
Seminar Hasil Magang Mahasiswa Biologi dan Teknik Industri di BPSIP Gorontalo
Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Gorontalo menggelar seminar hasil magang yang diikuti oleh 13 mahasiswa magang dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari dua jurusan, yakni Biologi FMIPA (9 mahasiswa) dan Teknik Industri Fatek (4 mahasiswa), yang telah menjalani magang selama kurang lebih 100 hari dari bulan September hingga Desember 2024.
Seminar yang diadakan pada hari Kamis, 19 Desember 2024, di Ruang AOR BPSIP Gorontalo dibuka secara resmi oleh Kepala BPSIP Gorontalo, Dr. Sumarni Panikkai, SP., M.Si. Dalam sambutannya, Dr. Sumarni menyampaikan rasa bangganya atas hasil yang telah dicapai oleh mahasiswa selama periode magang. Ia juga mengungkapkan harapannya agar hasil seminar ini dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk lebih berkontribusi dalam perkembangan sektor pertanian di Gorontalo dan lebih luas lagi. "Semoga hasil seminar ini menjadi bukti nyata bahwa magang ini bukan hanya sekadar kegiatan praktikum, tetapi juga sarana pengembangan kompetensi yang bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat," ujar Dr. Sumarni.
Acara seminar ini dirancang mirip dengan sidang skripsi, di mana para mahasiswa mempresentasikan hasil magang mereka di depan panel penguji dan dosen pembimbing. Sebagai pembimbing lapangan, hadir Dr. Chairunnisa J. Lamangantjo, M.Si., dan Wirnangsih D. Uno, S.Pd., M.Kes., yang memberikan evaluasi dan arahan terhadap hasil kerja para mahasiswa. Diskusi yang berlangsung sangat konstruktif, memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan pemikiran dan solusi inovatif dalam bidang pertanian dan teknologi industri.
Seminar hasil magang ini sekaligus menjadi ajang penarikan kembali mahasiswa magang untuk kembali ke kampus. Setelah kegiatan seminar selesai, para mahasiswa resmi menyelesaikan program magang mereka di BPSIP Gorontalo dan akan kembali melanjutkan studi mereka di Universitas Negeri Gorontalo. Penarikan ini menandakan berakhirnya program magang yang telah dilaksanakan selama kurang lebih tiga bulan, dengan tujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam bidang penerapan standar instrumen pertanian serta memberikan pemahaman lebih dalam mengenai sektor industri pertanian.
Menurut Dr. Chairunnisa J. Lamangantjo, M.Si., salah satu dosen pembimbing lapangan, kegiatan magang ini sangat bermanfaat baik bagi mahasiswa maupun bagi BPSIP Gorontalo. "Melalui magang ini, mahasiswa dapat belajar tentang aplikasi teori yang mereka peroleh di kampus dalam konteks dunia nyata, sementara BPSIP Gorontalo juga dapat mendapatkan input yang berguna dari perspektif akademis," ujar Dr. Chairunnisa.
Selama kurang lebih 100 hari magang, para mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang meliputi pengujian alat pertanian, analisis data instrumen pertanian, serta penelitian dan pengembangan produk. Mereka juga berkesempatan untuk berkolaborasi dengan tim teknis di BPSIP Gorontalo, yang memberi wawasan praktis tentang standar operasional dan kualitas yang diterapkan dalam sektor pertanian.
Seminar hasil magang ini juga sekaligus mempererat hubungan antara BPSIP Gorontalo dan Universitas Negeri Gorontalo, yang diharapkan akan berlanjut di masa depan dengan semakin banyaknya mahasiswa yang dapat mengakses kesempatan magang di berbagai lembaga dan instansi yang mendukung pengembangan sektor pertanian dan teknologi di Gorontalo.
Sebagai penutup, acara seminar ini memberikan kesan mendalam bagi seluruh peserta, baik mahasiswa, dosen pembimbing, maupun pihak BPSIP Gorontalo. Para mahasiswa pun mengungkapkan rasa terima kasih mereka atas pengalaman berharga yang telah mereka peroleh selama magang, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif pada perjalanan akademis dan profesional mereka di masa depan.