
Kepala BSIP Gorontalo Bahas Ancaman Cuaca Ekstrem terhadap Ketahanan Pangan
Gorontalo – “Di Kementerian Pertanian, tak ada hari libur. Kami terus bekerja keras demi satu tujuan besar: swasembada pangan untuk Indonesia.” Demikian semangat yang disampaikan Kepala Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BSIP) Gorontalo, Dr. Sumarni Panikkai, SP, M.Si, saat menjadi narasumber dalam Program Dialog Gorontalo yang diselenggarakan oleh RRI Gorontalo. Dialog yang berlangsung selama satu jam ini mengangkat tema "Cuaca Ekstrem Ancam Ketahanan Pangan" dan dihadiri pula oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato serta perwakilan petani, Bapak Emus.
Dialog ini menyoroti dampak curah hujan yang sangat tinggi terhadap sektor pertanian dan bagaimana tindak lanjut pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut. Berbagai pertanyaan dari masyarakat yang disampaikan melalui fitur chat juga dibahas secara mendalam, termasuk strategi untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem terhadap produktivitas pertanian.
Dalam diskusi tersebut, Dr. Sumarni menekankan pentingnya percepatan tanam sebagai langkah konkret untuk menghadapi tantangan ini. “Pekerjaan rumah untuk BSIP Gorontalo adalah memastikan peningkatan percepatan tanam. Harus ada penambahan luas tanam sehingga kita tidak lagi impor, tetapi mampu mengejar swasembada pangan,” ujar Kepala BSIP Gorontalo.
Ia juga mengungkapkan harapan besar agar program dialog ini dapat menjadi wadah yang efektif untuk menjembatani komunikasi antara petani dan para pengambil kebijakan di Provinsi Gorontalo. “Mari bersama menguatkan sinergi, menyusun strategi intensifikasi dan ekstensifikasi yang diharapkan dapat menambah luas tanam demi mendukung swasembada pangan,” tambahnya.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, petani, dan masyarakat, diharapkan ketahanan pangan di Provinsi Gorontalo dapat tetap terjaga, bahkan di tengah tantangan cuaca ekstrem yang melanda.