
BSIP Gorontalo Laksanakan Kegiatan Roguing di IP2SIP Tilong Kabila
Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BSIP) Gorontalo melaksanakan kegiatan roguing tanaman padi di Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Pertanian (IP2SIP) Tilong Kabila. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung percepatan dan peningkatan kinerja sumber daya manusia (SDM), khususnya jabatan fungsional di lingkungan BSIP Gorontalo.
Kepala BSIP Gorontalo, Dr. Sumarni Panikkai, SP, M.Si, hadir langsung dalam kegiatan ini bersama seluruh tenaga fungsional yang berada di lingkup BSIP Gorontalo. Kehadiran beliau mencerminkan komitmen lembaga dalam mendorong kolaborasi dan profesionalisme di antara para pegawai, sekaligus memastikan pelaksanaan roguing tanaman padi berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan. “Kegiatan roguing ini merupakan bagian penting dari upaya kami untuk meningkatkan peran fungsional teknis dalam penerapan standar instrumen pertanian, khususnya standar produksi benih padi sawah. Saya berharap, langkah ini dapat memperkuat peran BSIP Gorontalo dalam mendukung program-program strategis pertanian di Gorontalo,” ujar Dr. Sumarni Panikkai.
Roguing adalah kegiatan membuang rumpun- rumpun tanaman yang ciri-ciri morfologisnya menyimpang dari ciri-ciri varietas tanaman yang benihnya diproduksi. Roguing merupakan bagian penting dalam tahapan budidaya produksi benih untuk menghasilkan benih bermutu. Tujuan roguing adalah untuk menjaga kemurnian genetik varietas yang benihnya diproduksi, karena salah satu syarat benih bermutu adalah memiliki kemurnian genetik yang tinggi. Benih padi yang diproduksi IP2SIP BSIP Gorontalo adalah varietas Cakrabuana, Inpari 33 dan Inpago 13 Fortiz.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi fungsional di lingkungan BSIP Gorontalo. Fungsional yang mengikuti roguing dari berbagai jabatan fungsional yaitu Analis Standardisasi (ASTA), Pengawas Benih Tanaman (PBT), Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP), Penyuluh Pertanian, dan Pengawas Bibit Ternak sehingga kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang standar budidaya produksi benih padi. (PS)